Aku ingin mengingat bahkan menuliskan semua ini, disaat aku umur aku bertamnbah semua mulai mempertanyakan "kapan" n mreka bilang udah lewat target...
aku tau maksudnya "kapan"..tpi perasaan aku tidak pernah menargetkan semua itu..
aku rasa semua berjalan menurut rencanaNya saja..
Karena bagiku target itu seperti arah bidikan dan harus tepat sasaran. Kalau tidak, itu bukan target. Jelas itu bukan mauku.
Aku tidak punya target apa-apa. Aku hanya punya harapan yang terlampau besar. Menggebu-gebu. Meletup-letup seperti petasan di malam tahun baru.
Jadi ketika mereka menanyakan kapan lagi..aku hanya bilang, tunggu tanggal mainnya saja.. Harapanku terbesar aku sekarang, aku hanya bilang "Aku ingin Mamaku tersenyum melihat air hujan dan matahari yang tidak lagi menembus atap-atap gudang kami.. Aku hanya ingin ibuku bahagia. "
Itu saja."
....dan sepertinya ini bukan harapan setahun, dua tahun atau bertahun-tahun. Ini harapan selamanya.
No comments:
Post a Comment